Bandung, 30 Mei 2026 – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat kolaborasi dengan para perantau dalam upaya membangun daerah dan mengangkat potensi Kota Padang ke tingkat nasional maupun internasional. 

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam acara ramah tamah bersama para perantau yang tergabung dalam Forum Keluarga Kota Padang (FKKP) di Kopi Jenderal, Jalan Riau, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (30/5).


Pertemuan tersebut dilaksanakan usai kegiatan pelantikan pengurus DPD Gebu Minang Jawa Barat dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Kota Padang, di antaranya Yusri Ayunda, perwakilan Badan Kesbangpol Kota Padang, serta Dinas Pariwisata Kota Padang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kota Padang sebagai pusat kuliner nasional yang berkelas internasional. Menurutnya, kekayaan kuliner khas Minangkabau yang telah dikenal luas hingga ke berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara menjadi modal besar bagi Kota Padang untuk memperkuat identitasnya sebagai destinasi kuliner dunia.

“Kota Padang dikenal tidak hanya karena keindahan alam dan budayanya, tetapi juga karena kuliner khasnya yang telah tersebar di seluruh Indonesia bahkan hingga luar negeri. Potensi ini harus terus kita kembangkan agar Kota Padang dapat menjadi pusat kuliner internasional,” ujar Fadly Amran.

Perayaan HUT Kota Padang Akan Hadirkan Orchestra Minang dan Festival Musik 

Nusantara Dalam kesempatan tersebut, 

Fadly Amran juga mengungkapkan sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Padang tahun 2026. Salah satu kegiatan unggulan yang tengah dipersiapkan adalah penyelenggaraan Orchestra Minang dan Festival Musik Daerah yang melibatkan berbagai unsur budaya Nusantara.

“Kami akan menyelenggarakan Orchestra Minang dan festival musik daerah yang tidak hanya menampilkan musik Minang, tetapi juga musik dari berbagai suku dan budaya seperti Nias, Batak, Jawa, dan lainnya sebagai bentuk penguatan keberagaman budaya Indonesia,” jelasnya.

Selain pengembangan sektor budaya, Pemerintah Kota Padang juga berkomitmen melakukan penataan dan revitalisasi kawasan kota secara bertahap. Upaya tersebut menjadi bagian dari percepatan pembangunan pascabencana gempa bumi besar yang melanda Sumatera Barat pada tahun 2009.