Postberita - SUKABUMI - Guna memastikan keterbukaan informasi publik dan membangun pemahaman bersama dalam tata kelola kawasan hutan berkelanjutan, Perum Perhutani KPH Sukabumi menginisiasi kegiatan Sosialisasi Rencana Tebangan Petak BPKH Cikawung. Kegiatan strategis tersebut dilaksanakan di Aula Desa Cienggang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (22/7/2026).
Sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Wakil Administrator (Waka) Perhutani KPH Sukabumi, Aldi Juliansyah, beserta jajaran manajemen dan petugas lapangan. Turut hadir unsur Forkopimcam Gegerbitung, Kepala Desa Cienggang, Kepala Desa Sukamanah, Pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Cienggang, perwakilan LSM LSI, serta para tokoh masyarakat dan pemuda setempat.
Rencana Teknis dan Target Produksi
Waka Perhutani KPH Sukabumi, Aldi Juliansyah, memaparkan bahwa sosialisasi ini berfokus pada rencana tebangan di Petak 38D wilayah Takokak / BPKH Cikawung. Langkah ini krusial agar seluruh pemangku kepentingan dan warga pemangku kawasan hutan memahami prosedur, batasan, serta tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan di lapangan.

"Hari ini kami menggelar sosialisasi terkait rencana kegiatan tebangan di Takokak, khususnya di Petak 38D. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan seluruh informasi telah disampaikan kepada para stakeholder yang hadir. Harapannya, melalui sosialisasi ini semua pihak mengetahui rencananya sehingga kegiatan tebangan nanti dapat terlaksana dengan baik dan kondusif," ujar Aldi usai kegiatan.
Mengenai target volume kayu yang diproyeksikan, Aldi menyebutkan angka kisaran awal berada di angka 1.000 meter kubik. Namun, pelaksanaan di lapangan tetap mengedepankan aspek teknis dan keselamatan lingkungan melalui penyesuaian kontur lahan.
"Target awal kurang lebih ada 1.000 kubik. Namun, kemungkinan nanti ada penyesuaian dengan tingkat kemiringan atau kelerengan di lapangan, sehingga bisa jadi hasil akhirnya berkurang dari target tersebut," tambahnya.
Tanggapan Tokoh Pemuda: Minta Keseimbangan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan
Sementara itu, Asep Nur Jaman,Tokoh Pemuda Desa Cienggang yang konsen terhadap kelestarian hutan dan lingkungan memberikan tanggapan konstruktif namun tetap kritis. Mewakili warga Kampung Cikaret yang bersinggungan langsung dengan lokasi BPKH Cikawung, ia menekankan pentingnya komitmen ekologis dari Perhutani.
"Kami atas nama masyarakat Desa Cienggang, khususnya warga Kampung Cikaret yang berbatasan langsung dengan lokasi BPKH Cikawung, sangat mengapresiasi transparansi Perhutani melalui sosialisasi ini. Namun, kami mengingatkan agar kegiatan tebangan di Petak 38D tidak sekadar mengejar target produksi, tetapi wajib mengedepankan aspek keselamatan ekologis," tegasnya.