Sukabumi, 22 Juli 2026 – Pemerintah Desa Cileungsing, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan sosialisasi pembangunan infrastruktur jalan desa yang bersumber dari Anggaran Dana Desa. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Cileungsing, H. Asep Achmad Subandi, S.Pd., serta dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan insan media.
Dalam keterangannya kepada awak media, H. Asep Achmad Subandi menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Desa Cileungsing dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa.
"Terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah hadir pada kegiatan sosialisasi ini. Kami sengaja melibatkan seluruh lembaga desa, mulai dari BPD, LPM, Karang Taruna, RT, RW hingga tokoh masyarakat. Tujuannya agar masyarakat memperoleh informasi secara utuh mengenai pembangunan yang akan dilaksanakan sehingga tidak terjadi kesalahpahaman ataupun munculnya informasi yang tidak benar seperti pengalaman di tahun-tahun sebelumnya," ujar H. Asep.

Ia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya sering muncul berbagai persoalan akibat kurangnya informasi yang diterima masyarakat mengenai pelaksanaan pembangunan desa. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu sehingga memunculkan pemberitaan negatif terhadap pemerintah desa.
Selain sebagai bentuk transparansi, sosialisasi juga dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kondisi keuangan desa saat ini. Menurutnya, anggaran Dana Desa mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun lalu Desa Cileungsing menerima anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Namun tahun ini, setelah adanya kebijakan yang berdampak pada pengurangan alokasi anggaran desa, dana yang diterima hanya sekitar Rp320 juta. Tentunya kondisi ini sangat memengaruhi kemampuan desa dalam memenuhi kebutuhan pembangunan," jelasnya.
Meski anggaran terbatas, Pemerintah Desa tetap berupaya memenuhi aspirasi masyarakat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan utama warga.
Pembangunan jalan yang akan dilaksanakan meliputi ruas jalan dari Terminal Damri hingga Jembatan Cimuntir dengan panjang sekitar 750 meter dan lebar 3 meter, sehingga total luas pekerjaan mencapai sekitar 2.250 meter persegi.
Untuk pembangunan tersebut dialokasikan anggaran sebesar Rp150 juta. Namun setelah dikurangi kewajiban pajak, dana efektif yang dapat digunakan hanya sekitar Rp127 juta.