Postberita - SUKABUMI - Seorang perempuan berinisial YI (28), warga Desa Subangjaya, Kabupaten Sukabumi, mengaku tengah memperjuangkan haknya untuk memperoleh kepastian dan tanggung jawab dari seorang pria berinisial URI (46), warga Kampung Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, yang disebut sebagai ayah biologis dari janin yang kini dikandungnya.
Kepada awak media, Kamis (18/6/2026), YI mengungkapkan bahwa dirinya saat ini sedang mengandung dengan usia kehamilan sekitar lima bulan. Kehamilan tersebut, menurut pengakuannya, merupakan hasil hubungan dengan URI yang sebelumnya menjanjikan akan menikahi dan bertanggung jawab atas dirinya.
Namun seiring berjalannya waktu, YI mengaku mulai kesulitan berkomunikasi dan bertemu dengan pria tersebut setelah kehamilannya diketahui.

"Saya sudah beberapa kali mencoba menemui dan menghubunginya. Bahkan saya bersama keluarga sempat datang ke rumahnya, tetapi yang bersangkutan sulit ditemui. Pesan WhatsApp yang saya kirim sering hanya dibaca tanpa ada tanggapan," ujar YI.
YI juga mengaku telah berupaya mencari keberadaan URI ke sejumlah tempat yang diduga sering didatanginya. Namun hingga saat ini, menurutnya, pria tersebut belum berhasil ditemui.
"Sudah beberapa kali dicari, tetapi tidak juga bertemu. Informasi terakhir yang saya terima dari beberapa orang menyebutkan bahwa yang bersangkutan sempat terlihat berada di sekitar wilayah Baros. Namun ketika dicari ke lokasi tersebut, saya tetap belum berhasil bertemu dengannya," kata YI.
Menurut YI, URI diketahui masih memiliki istri sah. Meski demikian, ia mengaku bahwa keberadaan janin yang dikandungnya telah diketahui oleh pihak keluarga URI, termasuk istri pertama pria tersebut.
YI menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan musyawarah antara kedua keluarga guna mencari solusi terbaik. Dalam pertemuan tersebut, kata YI, pihak URI menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas kehamilan yang terjadi.
"Sudah ada kesepakatan keluarga bahwa dia akan bertanggung jawab. Saya juga dijanjikan akan dinikahi. Namun sampai sekarang belum ada kepastian yang jelas dan saya masih menunggu itikad baik dari yang bersangkutan," ungkapnya.