Postberita - SUKABUMI - Tumpukan sampah di ruas Jalan Kabupaten, tepatnya di Kampung Legoknyenang, Dusun Legoknyenang, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, kian menggunung. Kondisi ini memicu keresahan warga lantaran seolah diabaikan oleh pemangku wilayah, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga pihak warga dan pengusaha di sekitar lokasi siap membantu.

Padahal, laporan terkait keberadaan tempat pembuangan sampah liar ini sudah lama masuk ke meja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi. Meski rapat koordinasi sempat digelar, namun hingga kini realisasinya nihil.


Sampah tetap menumpuk dan tak kunjung diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA).

Alasan Klasik: "Terkendala Anggaran"

Saat dikonfirmasi, seluruh unsur yang terlibat dalam rapat maupun aparatur wilayah memberikan jawaban yang seragam: kendala anggaran. 

Dalih dana operasional armada kembali menjadi "tameng" untuk membenarkan keterlambatan penanganan sampah.

Namun, warga meragukan dalih tersebut. Mengingat, retribusi sampah dipungut secara rutin setiap bulan dari masyarakat maupun pelaku usaha di wilayah tersebut.

"Katanya tidak ada anggaran buat angkut. Lho, terus retribusi yang kami bayar tiap bulan itu larinya ke mana? Masa iya dana pengangkutan jadi kendala terus," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat, Jumat (6/6/2026).

Ancaman Kesehatan & Tuntutan Audit

Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah di jalur ramai tersebut kini mengeluarkan bau busuk menyengat bagi yang melintas jalan tersebut. Warga khawatir, jika terus dibiarkan, tumpukan sampah akan menyumbat selokan dan memicu banjir saat hujan turun.