Postberita - SUKABUMI - Gerah dengan tata kelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai bermasalah, ratusan warga Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, yang tergabung dalam Gerakan Warga Cirendeu Bersatu (GWCB) menggelar aksi unjuk rasa di lokasi SPPG Giri Jaya, Jumat (5/6/2026).

Aksi yang didampingi oleh LSM Eka Paksi ini menuntut pertanggungjawaban pihak pengelola SPPG Giri Jaya. Berdasarkan spanduk aksi yang dibawa massa aksi , terdapat delapan poin tuntutan tegas yang disampaikan kepada pihak yayasan, yaitu:


Pergantian Pengurus: Mendesak penggantian Kepala SPPG, termasuk posisi Ahli Gizi dan Akuntansi.

Kepatuhan Standar: Menuntut agar dapur SPPG dijalankan sesuai dengan SOP yang berlaku.

Penutupan Operasional yang Tidak Layak:

Warga mendesak penutupan dapur yang belum memiliki IPAL sesuai SOP, belum memiliki sertifikat laik higienis dan sanitasi, serta belum memiliki sertifikat ahli gizi.

Pemberdayaan Ekonomi: Meminta pelibatan UMKM setempat dalam upaya pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan.

Transparansi dan Audit: Menuntut transparansi serta akuntabilitas pengelola, serta dilakukannya audit menyeluruh terhadap dapur SPPG.

Ketua LSM Eka Paksi, Abu Jibril, yang memimpin aksi dari atas mobil komando, menegaskan bahwa tuntutan ini adalah bentuk pengawasan masyarakat agar program nasional ini berjalan sesuai koridor dan tidak merugikan penerima manfaat. Senada dengan hal itu, tokoh masyarakat Apih Endin menyampaikan dukungannya terhadap program MBG, namun menolak tegas jika operasional di lapangan dilakukan secara serampangan.