Postberita - Sukabumi - Sinergi antara tradisi dan modernitas menjadi warna baru dalam kepengurusan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Sukabumi periode 2026-2030. Bertempat di Bumi Mandiri Center (BMC), Selasa (12/5), Bupati Sukabumi resmi melantik jajaran pengurus baru yang membawa misi besar:
mewujudkan Sukabumi yang religius, maju, dan unggul melalui kekuatan ekonomi kreatif.
Momentum ini menarik perhatian publik karena kehadiran 22 punggawa milenial di barisan kepengurusan. Di bawah kepemimpinan Iwan Sunarya, komite ini diproyeksikan menjadi ujung tombak transformasi ekonomi daerah di era digital.

Poin Penting & Komitmen Strategis
Pemerintah daerah menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk memajukan potensi lokal:
Aksi Nyata di Atas Segalanya: Bupati Sukabumi menegaskan bahwa visi "Sukabumi Mubarokah" hanya bisa dicapai melalui kerja nyata. Ia menginstruksikan Komite Ekraf untuk mengoptimalkan digitalisasi sebagai alat dongkrak bagi produk lokal agar memiliki daya saing yang berkah bagi masyarakat.
Pariwisata "Naik Kelas": Kadis Pariwisata, Ali Iskandar, menyoroti pentingnya integrasi antara sektor wisata dan industri kreatif. Tujuannya jelas: menjadikan produk lokal Sukabumi sebagai daya tarik nasional hingga internasional.
Jembatan Pasar Global: Iwan Sunarya selaku Ketua terpilih memastikan bahwa timnya siap menjadi penghubung bagi para pelaku kreatif. Fokus utamanya adalah memanfaatkan teknologi untuk menembus pasar global tanpa melupakan akar budaya dan nilai luhur daerah.
Nuansa Pengukuhan yang Khidmat
Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh Sekda Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, serta jajaran pejabat dinas terkait. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa kental sepanjang prosesi. Sebagai penutup, doa yang dipimpin oleh tokoh ulama PCNU Kabupaten Sukabumi memohon keberkahan agar langkah komite baru ini senantiasa dalam ridha Tuhan.