Postberita - SUKABUMI - Pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkungan di Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kini tengah menjadi sorotan warga dan sosial kontrol. Pasalnya, proyek yang didanai oleh APBD melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Sukabumi tersebut diduga kuat mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta berjalan tidak sesuai spesifikasi teknis (spek) yang ditentukan.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Rabu (1/7/2026), proyek yang dikerjakan oleh penyedia jasa CV. INAYA MULYA SELARAS dengan nilai kontrak Rp. 191.563.000,00 ini dinilai sarat akan kejanggalan. Sesuai data dari papan proyek yang terlihat pada gambar 1000515525.jpg dengan nomor SPK: 000.3.2./C11/SPK/Bid.PKP/DPKP/VI/2026, pekerjaan ini seharusnya menerapkan standar mutu dan keselamatan yang ketat.


Namun realitanya, sejumlah pekerja di lokasi terlihat dibiarkan beraktivitas tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai sesuai regulasi K3. Selain masalah keselamatan, kualitas material pengaspalan juga memicu kritik tajam dari masyarakat setempat.

Muncul dugaan miring dari warga bahwa pengaspalan jalan lingkungan di wilayah RT 01, RT 02, RT 03 / RW 06 Desa Batununggal tersebut menggunakan aspal kualitas rendah, atau yang secara satir diistilahkan oleh warga sebagai "Aspal Merek Asahi" (Asal Hideng/Asal Hitam). Tekstur hasil pengaspalan disinyalir terlalu tipis dan rapuh, sehingga dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.

Kejanggalan di lokasi semakin diperkuat dengan tidak terlihatnya batang hidung pihak pelaksana dari CV. INAYA MULYA SELARAS saat pengerjaan berlangsung. Selain itu, fungsi kontrol juga dipertanyakan karena diduga kuat tidak ada pengawasan sama sekali dari pihak pengawas yang ditunjuk, sehingga para pekerja di lapangan terkesan dibiarkan bekerja tanpa arahan teknis yang benar.

"Kami sangat menyayangkan lemahnya kontrol di lapangan. Saat pengerjaan krusial seperti pengaspalan ini, diduga pelaksana tidak ada di lokasi, dan sama sekali tidak ada pengawasan dari pihak pengawas. Akibatnya mutu pekerjaan jadi dipertanyakan," ungkap salah satu kontrol sosial di lapangan.

Warga dan pemerhati lokal berharap instansi terkait, khususnya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi, segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi total dan memberikan teguran keras kepada CV. INAYA MULYA SELARAS. Jangan sampai anggaran negara ratusan juta rupiah habis untuk proyek yang dikerjakan asal-asalan akibat lemahnya pengawasan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana lapangan maupun perwakilan dari CV. INAYA MULYA SELARAS belum dapat ditemui untuk memberikan pernyataan resmi atau klarifikasi terkait rentetan dugaan pelanggaran tersebut. KabiroSukabumi

(Team/skr)