Postberita - Sukabumi - GUNUNGGURUH  Penumpukan sampah di kawasan Kampung Legoknyenang, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, kian memprihatinkan. Kondisi ini diduga akibat adanya pembiaran dari pihak Pemerintah setempat baik pihak Kecamatan Gunungguruh, Pemerintah Desa Cikujang serta Unit Pelaksana Teknis Dinas [UPTD] wilayah  Kebersihan setempat.

Ironisnya, seminggu lalu tepatnya Selasa [19/5/2026] sebenarnya sudah digelar rapat koordinasi. Rapat tersebut melibatkan pihak Kecamatan Gunungguruh, Pemdes Cikujang, Kepala Dusun Legoknyenang, Ketua RW setempat, serta perwakilan UPTD Kebersihan wilayah. Dalam rapat itu, semua pihak sudah bermufakat untuk segera mengangkut tumpukan sampah pada Jum'at atau Minggu (22- 24 Mei 2026).


*Ingkar Janji, Alasan Klasik Anggaran*

Namun, hingga Minggu [31/5/2026], janji itu hanya tinggal janji. Tumpukan sampah tersebut masih dibiarkan telantar dan belum ada tindakan pengangkutan dari pihak pemdes maupun UPTD terkait. Padahal, awak media bersama perwakilan warga juga telah mendorong dan melaporkan permasalahan ini langsung ke pejabat Dinas Lingkungan Hidup [DLH] Kabupaten Sukabumi yang berkantor di Jajaway Palabuhanratu.

Saat dikonfirmasi awak media ,para pihak kompak memberikan jawaban serupa: terkendala anggaran BOP pengangkutan sampah. Tentu ini jawaban yang dinilai kurang tepat dan terkesan menghindar dari tanggung jawab.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu - Minggu [30-31/5], tumpukan limbah rumah tangga dan plastik tampak meluber hingga ke bahu jalan. Selain merusak estetika lingkungan, aroma menyengat yang ditimbulkan mulai mengganggu kenyamanan warga sekitar serta para pengguna jalan yang melintas.

Salah seorang warga setempat mengeluhkan lambatnya respon dari pihak otoritas wilayah.

"Sampah ini terus menumpuk dan tidak diangkut. Padahal sudah rapat, sudah sepakat angkut tanggal 22 Mei. Sekarang alasannya BOP. Kami kecewa karena pihak desa dan UPTD setempat terkesan mengabaikan dan menutup mata terhadap tumpukan sampah yang bisa menjadi sumber penyakit ini," ujarnya kepada awak media, Sabtu [30/5/2026].

Warga mengaku sangat menyayangkan sikap pasif dari Pemdes Cikujang dan UPTD setempat serta Pihak Kecamatan Gunungguruh. Pengangkutan yang tidak berkala serta ketiadaan fasilitas Tempat Pembuangan Sampah sementara [TPSS] yang layak dinilai menjadi pemicu utama terus memburuknya kondisi di Kampung Legoknyenang.

*Terancam Tak Dapat Anggaran dari Gubernur*