Sukabumi, 11 Juli 2026 – Masyarakat adat Kasepuhan Cipta Mulya, Kabupaten Sukabumi, menggelar Upacara Adat Seren Taun ke-447 sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen padi tahun ini yang sangat melimpah. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, menjaga kearifan lokal, sekaligus melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi pedoman hidup masyarakat kasepuhan selama ratusan tahun. Pelaksanaan Seren Taun merupakan bagian dari rangkaian agenda budaya tahunan di kawasan Kasepuhan Desa Sirnaresmi, Sukabumi.

Dalam pelaksanaan Seren Taun tahun ini, Abah Hendrik selaku pemangku adat Kasepuhan Cipta Mulya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberkahan hasil bumi. Melimpahnya hasil panen menjadi bukti bahwa menjaga keseimbangan antara manusia dan alam melalui nilai-nilai adat tetap memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

"Seren Taun bukan sekadar perayaan panen, tetapi juga ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas rezeki yang diberikan. Kami berharap keberkahan ini terus menyertai masyarakat dan menjadi semangat untuk menjaga alam, sawah, serta tradisi yang diwariskan oleh para leluhur," ungkapnya.

Selain menjadi ungkapan syukur, Seren Taun ke-447 juga menjadi ajang refleksi terhadap pentingnya pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman. Masyarakat adat menilai bahwa saat ini masih banyak generasi muda yang mulai kurang mengenal adat istiadat, tata krama, maupun tradisi yang menjadi identitas Kasepuhan.

Dahulu, anak-anak tumbuh bersama permainan tradisional yang mengajarkan kebersamaan, sportivitas, serta kreativitas. Permainan seperti sondah (engklek), congklak, loncat tinggi, centok, dan berbagai permainan tradisional lainnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kini, permainan tersebut mulai jarang dimainkan dan perlahan tergeser oleh perkembangan teknologi digital.

Melalui Seren Taun, masyarakat adat berharap generasi muda tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga menjadi penerus budaya yang memahami sejarah, adat istiadat, serta filosofi kehidupan masyarakat kasepuhan. Nilai gotong royong, penghormatan terhadap alam, dan rasa syukur atas hasil bumi diharapkan tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi masa depan.

Seren Taun ke-447 Kasepuhan Cipta Mulya juga menjadi simbol bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga bersama. Dengan tetap mempertahankan tradisi, masyarakat adat berharap nilai-nilai luhur leluhur akan terus hidup dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga budaya Sunda tetap lestari di tengah arus modernisasi.