Postberita.Sukabumi, 5 Juli 2026 – Masyarakat adat Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kembali menggelar tradisi Seren Taun sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen sekaligus upaya melestarikan budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi Seren Taun menjadi salah satu warisan budaya yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat adat. 

Selain sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat gotong royong, serta menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.


Berbagai rangkaian acara digelar dalam perayaan tersebut, mulai dari prosesi adat, doa bersama, pertunjukan kesenian tradisional, hingga pengenalan permainan rakyat yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda.

Tokoh adat Desa Sirnaresmi, Abah Asep, menuturkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah semakin berkurangnya pengetahuan generasi muda terhadap budaya dan permainan tradisional. 

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat anak-anak lebih akrab dengan gawai dibandingkan permainan yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

"Anak-anak zaman sekarang sudah banyak yang tidak mengetahui permainan tradisional seperti congkak, oray-orayan, luncat tinggi, centok, dan berbagai kaulinan barudak lainnya. 


Padahal permainan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi mengajarkan kebersamaan, kejujuran, kerja sama, serta melatih ketangkasan dan kreativitas," ujar Abah Asep.

Ia berharap melalui penyelenggaraan Seren Taun, masyarakat, khususnya generasi muda, dapat kembali mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya leluhur agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.