Postberita.Com Kabupaten Sukabumi 28 April 2026— Dari sebuah sudut tenang di Kampung Cihaur, Kecamatan Simpenan, lahir karya-karya yang tak sekadar indah dipandang, tetapi juga menggugah rasa dan imajinasi. Sosok itu dikenal dengan nama “Semit Sasmita”, pelukis berbakat yang dijuluki sebagai penghubung dua alam—dunia nyata dan dunia penuh legenda.


Di balik kesederhanaan kampungnya di Desa Cihaur, Kabupaten Sukabumi, Semit Sasmita menorehkan jejak sebagai seniman dengan karakter kuat dan ciri khas yang sulit ditandingi. Melalui goresan kuasnya, ia menghadirkan sosok-sosok legendaris yang seolah hidup, menatap, bahkan “berbicara” kepada siapa pun yang memandang.

Salah satu karya yang paling menyita perhatian adalah lukisan sosok Nyi Roro Kidul. Tak hanya menampilkan keindahan visual, lukisan tersebut memancarkan aura magis yang kental—seolah menghadirkan langsung Ratu Pantai Selatan ke hadapan penikmat seni. Detail yang halus berpadu dengan ekspresi yang tajam menjadikan setiap karyanya terasa bernyawa.


Julukan “Semit Sasmita” bukan tanpa makna. Ia terinspirasi dari perpaduan dua sosok besar dalam khazanah budaya Nusantara: Prabu Siliwangi dan Nyi Blorong. Dari Prabu Siliwangi, ia menyerap nilai kebesaran, kepemimpinan, dan kebijaksanaan. Sementara dari Nyi Blorong, ia mengolah nuansa mistis, keanggunan, dan kekuatan gaib yang kerap hadir dalam cerita rakyat.

Perpaduan dua inspirasi tersebut melahirkan gaya melukis yang unik—menggabungkan kekuatan historis dan spiritual dalam satu kanvas. Tak heran jika karya-karyanya terasa begitu dalam, sarat makna, dan kental dengan identitas budaya Sunda.

Tak hanya itu, Semit Sasmita juga dikenal piawai dalam melukis tokoh-tokoh pewayangan. Dengan ketelitian tinggi, ia mampu menggambarkan detail busana, ekspresi wajah, hingga karakter masing-masing tokoh dalam kisah Mahabharata dan Ramayana. Kemampuan ini menegaskan bahwa dirinya bukan sekadar pelukis, melainkan seorang pencerita visual yang menghidupkan kembali warisan budaya melalui warna dan garis.

Prestasinya pun tak main-main. Ia pernah meraih juara dalam ajang lomba karya Karnipal—sebuah pengakuan nyata atas kualitas dan dedikasinya di dunia seni rupa. Kemenangan tersebut semakin mengukuhkan posisinya sebagai seniman profesional dengan kemampuan di atas rata-rata.

Di tengah arus modernisasi, kehadiran Semit Sasmita menjadi bukti bahwa dari kampung kecil pun bisa lahir sosok besar yang membawa nama daerahnya bersinar. Ia bukan hanya pelukis, tetapi juga penjaga nilai-nilai budaya yang dituangkan dalam setiap karya.

Kini, dari Cihaur untuk Indonesia, bahkan dunia—Semit Sasmita terus melukis, menghidupkan legenda, dan membuktikan bahwa seni adalah jembatan antara masa lalu, masa kini, dan yang tak kasat mata.