"SIAP DORONG PEREKONOMIAN BANGSA MELALUI KOPERASI DAN UMKM – PEMBERDAYAAN ANGGOTA, PENGURUS, DAN MASYARAKAT SEBAGAI KUNCI KEBERHASILAN"
Oleh : Bendum/Ketum Srikandi DPP PPWDPI, Rosita Ghosi.
*******
Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah tulang punggung perekonomian Indonesia yang tidak dapat diabaikan. Sebagai Bendahara Umum Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), saya dengan penuh semangat menyatakan komitmen untuk mendorong perkembangan sektor ini melalui pemberdayaan anggota koperasi, pengurus, serta masyarakat luas.
Hal ini selaras dengan program kerja PWDPI yang akan diluncurkan dalam Rakernas ke-3 kami, termasuk pendirian Koperasi Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia dan Program UMKM Merah Putih PWDPI.
Koperasi dan UMKM Sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif
Seperti yang ditegaskan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, UMKM bukan sekadar bisnis, melainkan sumber kehidupan perekonomian dan jantung semangat kewirausahaan bangsa. Saat ini, UMKM menyumbang kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan diproyeksikan akan tumbuh menjadi 83,3 juta pelaku pada tahun 2034.
Di sisi lain, koperasi memiliki peran krusial dalam pemerataan ekonomi, terutama di wilayah pedesaan, dengan menjadi wadah bagi masyarakat untuk bersama-sama mengelola sumber daya dan meningkatkan pendapatan.
Namun, kenyataan menunjukkan bahwa banyak koperasi dan UMKM masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses pembiayaan, kurangnya pengetahuan manajemen dan teknologi, serta kesulitan dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, pemberdayaan menjadi kunci untuk mengatasi hambatan ini dan mengoptimalkan potensi yang mereka miliki.
Pemberdayaan Anggota dan Pengurus sebagai Fondasi Kuat
Untuk mengembangkan koperasi dan UMKM secara berkelanjutan, kita harus mulai dari dalam – yaitu dengan meningkatkan kapasitas anggota dan pengurus. Pengurus koperasi perlu diberikan pelatihan tentang manajemen keuangan yang baik, tata kelola organisasi yang profesional, serta kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan peluang usaha. Sementara itu, anggota koperasi dan pelaku UMKM perlu dilengkapi dengan keterampilan teknis dalam produksi, pemasaran digital, dan inovasi produk.
PWDPI melalui Koperasi Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia akan menjadi contoh nyata bagaimana organisasi profesi dapat berkontribusi dalam hal ini.
Kami akan menyediakan program pelatihan dan pendampingan bagi anggota dan pengurus koperasi, serta mengembangkan skema pembiayaan yang ramah dan terjangkau. Selain itu, kami juga akan memfasilitasi kolaborasi antara koperasi dan pelaku UMKM dengan perguruan tinggi, lembaga pelatihan, serta sektor swasta untuk mendapatkan akses teknologi dan pengetahuan terkini.
Peran Masyarakat dalam Mendukung Pertumbuhan Koperasi dan UMKM
Pemberdayaan tidak akan lengkap tanpa partisipasi aktif masyarakat. Masyarakat perlu didorong untuk menjadi konsumen produk lokal, serta berperan dalam memantau dan mendukung perkembangan koperasi dan UMKM di daerah masing-masing. Program seperti "Bela Beli Lokal" yang telah terbukti efektif di Kabupaten Kulon Progo dapat menjadi contoh yang dapat diterapkan di berbagai daerah, termasuk Lampung.
Selain itu, PWDPI akan menggelar bazar UMKM dan mendorong penggunaan platform digital untuk memasarkan produk lokal. Kami juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk membangun infrastruktur pasar yang lebih baik dan memperluas akses pasar bagi koperasi dan UMKM, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Sinergi dengan Kebijakan Nasional untuk Hasil yang Maksimal
Upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh PWDPI selaras dengan enam fokus pengembangan koperasi, UMKM, dan kewirausahaan tahun 2025-2029 yang disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UMKM Arif Rahman Hakim.
Kami akan mendukung upaya pemerintah dalam memperluas jaringan pasar, akselerasi digitalisasi, peningkatan kapasitas tenaga kerja, serta penguatan akses pembiayaan.
Kita juga menyadari pentingnya penggunaan anggaran APBN yang efektif untuk memperkuat koperasi dan UMKM desa. Alokasi dana untuk pembiayaan, pelatihan, dan pengembangan infrastruktur pasar perlu didukung dengan monitoring yang ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Sebagai Bendahara Umum PWDPI dan Ketua Umum Srikandi, saya yakin bahwa dengan pemberdayaan yang komprehensif terhadap anggota, pengurus, dan masyarakat, koperasi dan UMKM akan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Mari kita bersatu untuk mendukung perkembangan sektor ini dan membangun Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera bagi seluruh rakyat.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Rosita Ghosi
Bendahara Umum Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI)
Bandar Lampung, 2 Januari 2026